Pelatihan Menulis Karya Sastra di Rumah Dunia

Sejumlah siswa dan dewan guru dari MA Daar El-Qolam kembali mengunjungi Rumah Dunia (RD), pada Jumat,  (19/4). Salah satu siswa Daar El-Qolam, Rohili, mengungkapkan ingin sekali belajar sastra di RD, oleh sebabnya dia bersama temannya dan didampingi oleh guru datang ke RD. “Kami masih awam dalam menulis sastra, seperti cerpen dan puisi. Oleh karena itu kami ingin mendapat pengetahuan di RD ini tentang ilmu kepenulisan sastra, dan semoga saja apa yang disampaikan tadi bisa kami serap dan diaplikasikan nanti jika kami hendak menulis,” ujarnya.

Penulis novel Guruku Sayang Dibuang Jangan dan Runcang, Rahmat Heldy yang menjadi pemateri dalam pelatihan menulis sastra memberikan beberapa pengetahuan dan teknis dalam menulis puisi dan cerpen. Proses kreatif sampai pada proses seseorang menjadi seorang penulis. “Menulis itu adalah sebuah proses. Tidak bisa beberapa bulan langsung bisa menulis. Perlu beberapa tahun agar karya kita diterima dan bernas pada isinya. Menulis tidak bisa terburu-buru. Biasanya hal yang sering dihadapi oleh penulis pemula adalah kemandegan ide. Itu adalah hal yang lumrah. Maka yang harus dilakukan adalah tetap membaca agar otak kita penuh terisi dahulu,” ujarnya saat acara.

Penulis yang juga memiliki profesi mengajar di Al-Irsyad dan Unbaja itu memberikan tips agar para siswa bisa menulis dengan baik, “Yang paling utama adalah melawan kemalasan kita. Panyakit lain bisa kita lawan, tetapi rasa malas kadang sulit kita tepis. Oleh sebabnya mau tidak mau kalau ingin menulis, maka harus melawan rasa malas itu,” ujarnya.

Pelatihan menulis sastra itu ditutup dengan beberapa pertunjukan dari sebagian siswa Daar El-Qolam. Di antaranya adalah pembacaan cerpen, musikalisasi puisi Chairil Anwar serta bazar buku terbitan Gong Publishing.

Copyright © 2019 Rumah Dunia. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.