Menyusun Batu dan Bata

Oleh Gola Gong

“Rumahku rumah dunia, kubangun dengan kata-kata.” (Prasasti, 1996 – 2001)

***

Ketika bujangan, saya menyukai film serial televisi “Little House In The Praire”, diperankan oleh (almarhum) Michael Landon, diputar di TVRI sekitar tahun 1980-an. Di film itu diceritakan tentang sebuah keluarga Amerika, yang membuka lahan-lahan baru padang prairi. Di film itu sama sekali tidak menyentuh dunia politik, tapi lebih pada suka-duka sebuah keluarga dengan lingkungan barunya. Tetangga yang cerewet, anak-anak yang malas pergi ke sekolah, rumah yang bocor, gagal panen, dan srigala yang menyerang ternak. Kadang sambil menangis saya menyaksikan film itu. Bayangan saya tentang Amerika adalah liberalisme, tapi ternyata keluarga tetap saja penting.

Read more ...

(Mesir Diary#1) Kota Penuh Debu Nan Eksotis

Catatan Perjalanan oleh Gola Gong

Saya datang ke Mesir ats undangan KBRI (Atase Pendidikan dan Kebudayaan) bekerjasama dengan PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahsiswa Indonesia) dan ICMI Orsat Cairo, dalam acara "Pengembangan Potensi dan Karya di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir", 6 Juli - 14 Juli. Forum Lingkar Pena Mesir sebagai supporting. Sedangkan Keluarga Mahasiwa Banten menyusup. Mereka pernah juga mengundang Ahmadun Yossy Herfanda, Helvy Tiana Rossa, dan Asma Nadia. Kali ini saya bersama Pipit Senja, Irwan Kelana (wartawan Republika), dan ustad Faudzil Adhim.

Read more ...

(Mesir Diary#2) Biaya Hidup di Mesir Sangat Murah

Catatan Perjalanan oleh Gola Gong

Saya kini di Wisma Nusantara. Badan terasa segar setelah mandi. Di meja makan tercium aroma sedap sarapan pagi. Ada mangkok berisi nasi goreng. Wuih, selera makan saya langsung bangkit. Saya ingat, pernah menerima SMS dari Panitia (mungkin Nidol atau Suhartono) yang berbunyi, “Bisa nggak Mas Gong langsung memberi materi pelatihan setelah datang di Kairo?” Saya menjawab SMS itu, “Bisa saja. Asal sedikan sarapan khas Mesir, nasi goreng, telor dadar, dan kornet.”

Read more ...

[Jurnal 197] WRITING CAMP, DAN ZUL CORNER

26 November 2006 - 01:11   (Diposting oleh: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.)

Oleh Aji Setiakarya

Hiruk pikuk kampanye calon gubernur di Banten tidak menghalangi RD untuk mengadakan writing camp (WC) seperti yang sering disinggung pada kolom ini. Kami semakin mantap dan optimis WC bakal berjalan lancar. Kami sudah menentukan tempat yang indah yang bisa memancing ide-ide dan daya khayal teman-teman yang ikut di ajang WC 2 yang bakal diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (18-19/11). Tepatnya di sisi pantai dimana kita bisa menikmati debur ombak dan bisa menyaksikan senja tenggelam. Yaitu di vila Kemah Mobil Carita, Pandeglang.

Selama 2 hari berbagai kegiatan akan digelar. Dari teori menulis, proses menulis sampai pengalaman, menjadi seorang penulis dari penulis yang sudah dikenal dikancah nasional. Pemateri yang sudah menyatakan siap mengisi acara writing camp adalah Irfan Hidayatullah, Ketua Umum Forum Lingkar Pena (FLP), jebolan S2 Sastra UI. Buku-buku Irfan yang sekarang menjadi dosen sastra di Universitas Padjajaran sudah banyak diterbitkan oleh penerbit-penerbit Islam. Kita bakal membedah kisah-kasih menjadi seorang penulis muda. Selain Irfan tentu saja Gola Gong bakal hadir memberi materi. Tapi Gola Gong tidak ingin memberikan banyak teori. Dia menjanjikan membawa peserta WC untuk langsung bersinggungan dengan setting dan karakter sebuah cerita dengan mengajak berjalan-jalan ke laut. Selain Irfan Hidayatullah dan Gola Gong. Raja Penyair Banten, Toto St Radik akan hadir berbagi kisah bersama peserta WC. Abdul Malik, redaktur opini Radar Banten juga bakal berbagi pengalaman tentang menulis di koran. Sekarang kami sedang sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan WC. Terutama urusan transportasi. Kami sedang mencari alat tranportasi yang tidak mahal.

KUNJUNGAN
Ditengah kesibukan menyiapkan WC pada Sabtu (11/11), kami kedatangan serombongan adik-adik berseragam pramuka. Mereka adalah siswa kelas 1 dan 2 SMP N I Kramatwatu. Alangkah senangnya kami dikunjungi oleh teman-teman yang punya kepedulian sama, yaitu orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap perkembangan minat baca dan budaya literasi. Pelajar, pemuda dan masyarakat yang mempunya apresiasi terhadap buku dan karya intelektual lainnya. Menurut Ade Tursilawati, salah satu guru yang mendampingi siswa-siswi itu adalah anak-anak yang aktif di majalah dinding dan menyukai terhadap sastra. “Mereka pengen tahu Rumah Dunia, mereka senang menulis, “ ungkap Ade saat memperkenalkan diri dengan relawan.

Selain siswa-siswa SMP I Kramatwatu tak lama menjelang datang teman-teman dari Taman Bacaan Bumi Perkemahan, Cilegon. Mereka berkunjung ke Rumah Dunia sekedar ingin mengetahui teknik pengelolaan perpustakaan yang baik untuk masyarakat. Salah satu pentolan TBM Bumi perkemahan bercerita kalau mereka sudah memiliki 100 eksemplar buku untuk dibaca gratis oleh masyarakat. Mereka menginginkan bisa menambah koleksi bukunya sambil berharap bisa memiliki tempat yang representatif. Kedatangan mereka bagi kami adalah pemacu semangata. Karena dengan demikian kami tidak merasa kesepian, tidak sendirian. Kami merasa teman kami semakin bertambah dan bertambah. Semoga Taman Bacaan Perkemahan itu bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat Cilegon.

Kunjungan lainnya yang membuat kami lebih semangat adalah dari General Manager Tiga Serangkai (Tisera) Bambang Damayanto. Tisera adalah penerbitan yang juga punya jaringan toko buku. Bambang Damayanto berkunjung ke RD untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang ada di RD selain untuk mencari naskah novel yang layak untuk diterbitkan oleh penerbitannya.

ENGLISH LIBRARY – ZUL CORNER
Dan kegembiraan kami semakin bertambah karena RD sekarang memiliki perpustakaan baru. Gudang yang biasa untuk menyimpan kursi kami sulap menjadi perpustakaan. Perpustakaan ini berisi lemari baru yang berisi buku-buku dan permainan anak-anak berbahasa Inggris. Semuanya berbahasa Inggris. Buku ini adalah sumbangan dari Zulkieflimansyah Calon Gubernur Banten dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena itu kami akan menamainya English Library, Zul Corner.

“Jadi anak-anak Banten harus pintar bahasa Inggrisnya,” kata Muhzen Den Manajer Perpustakaan Surosowan yang juga mahasiswa Sastra Untirta.

Gola Gong yang sedang memberikan workshop perpustakaan di Nanggro Aceh Darussalam (NAD) lewat pesan pendeknya menginformasikan kalau Zulkiefliemansyah akan menghibahkan bukunya 17 dus lagi untuk Rumah Dunia. Tentu saja ini isu peka karena menjelang moment pemilihan kepala daerah. Tapi yang pasti Rumah Dunia terbuka untuk siapa pun yang mau mengembangkan budaya literasi, meningkatkan misi intelektual, mencerdaskan Banten. Kami siap bekerjasama dengan siapa saja. Tryana Syam’un, Atut Chosiyah atau Irsyad Djuwaeli mau menyumbang buku? Silahkan! (Aji Setiakarya, Menteri Keuangan Rumah Dunia, Mahasiwsa Fisip Untirta).

Copyright © 2019 Rumah Dunia. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.