[8 – 10 April] GOLA GONG DI SOREANG DAN SUKABUMI

04 April 2006 - 21:50   (Diposting oleh: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.)

Gola Gong dan beberapa relawan Rumah Dunia akan tour de West Java; Bandung dan Sukabumi, pada akhir pekan ini. Gong menjelaskan, bahwa tour ini bagian dari stimulus untuk menambah wawasan bagi para relawan Rumah Dunia. “Saya selalu menyelipkan kegiatan ini di setiap acara saya, jika ada undangan jadi pembicara. Secara bergiliran. Sekarang saya akan mengajak Ibnu, Rimba, dan Bahroji. Hanya kalau dulu saya sekaligus jadi supir mereka, sekarang pake supir. Maklum, selain pemerataan lapangan pekerjaan, juga saya udah tua!

RAGAM TULISAN
Sabtu, 8 April, mereka akan ke Bandung, menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Pesantren Persatuan Islam 1-2 Bandung, yaitu “Workshop Jurnalistik” santri dan Pelajar se-Bandung Raya dengan tema “Menyelami Dunia Jurnalistik”. Waktu dan tempat kegiatan di Gedung Korpri Soreang, Kabupaten Bandung, 8 hingga 9 April 2006.

Acara ini dimaksudkan agar generasi muda bisa mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan tentang dunia jurnalistik, sehingga mereka mumpuni dalam dunia tulis menulis. “Juga membangun generasi muda untuk memiliki jiwa jurnalis yang independent,” kata Teguh A. Deswandi, SC kegiatan, yang sedang liburan dari kuliahnya di Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Gola Gong, kreatif RCTI, novelis, dan pendiri Rumah Dunia – komunitas penulis, menjadi pembicara di Sabtu, 8 April, pukul 13.30 – 14.45 dengan materi “Mengenal Macam Tulisan”. “Para peserta nanti akan tahu, jika dunia tulis menulis itu sangat cerah masa depannya. Prospektif!” kata Gong

Selain Gong, pembicara yang akan membagi-bagikan ilmunya adalah dari para wartawan koran Pikiran Rakyat, Republika, serta para penulis seperti Septiawan Santana, M. Irfan Hidayatullah (Ketua Forum Lingkar Pena), Abu Al-Ghifari (penulis buku best seller dariMujahid Press), dan Pipit Senja (novelis).

WRIRING CAMP
Usai dari Soreang Bandung, Minggu (9 April) pagi rombongan Rumah Dunia akan meluncur ke Sukabumi, mengikuti writing camp yang digagas Forum Lingkar Pena Depok, 9 hingga 10 April. Menurut Koko Nata, Ketua FLP Depok, ”Februari 2005 lalu FLP Depok menerima 80 orang anggota baru, tapi ternyata pasif. Nah, writing camp ini untuk mengikat kembali mereka, membakar semangat kami – para anggota, agar terus berkarya dan berkarya.” Sebagai pemateri akan hadir para penulis FLP dari Majelis Penulis FLP. Gola Gong salah satunya, yang akan membagikan ilmunya di dunia jurnalistik, fiksi, dan skenario TV.

Koko menambahkan, writing camp ini bertujuan sebagai kaderisasi anggota FLP Depok, ajang silaturahim anggota, pengurus, dan majelis penulisFLP, membekali anggota dengan berbagai materi kepenulisan, dan menghadirkan suasana baru guna memberikan semangat menuls pada para anggota. ”Semoga merea bisa belajar menulis secara intesif dan akan mudah memecahkan hambatan-hambatan dalam menulis.”

***  

Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 837 | Refer:

[3-5 Februari] TEMU SASTRAWAN ODE KAMPUNG

31 Januari 2006 - 18:07   (Diposting oleh: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.)

Temu Sastra(wan) se-kampung Nusantara: MENU GURIH ODE KAMPUNG Oleh Gola Gong*) Pemerintahan SBY belum genap dua tahun, koruptor banyak terbongkar tapi uang tidak bisa kembali. Tumbalnya lagi-lagi rakyat. BBM, listrik, dan telepon dinaikkan. Begitu juga di Banten. Enam tahun berjalan, penguasa dan pengusaha masih sibuk memoles-moles bibirnya. Lihatlah anggota DPRD Banten cuci tangan perihal kasus-kasus korupsi, tapi masih saja sempat membuat RAPBD makan-minum sebesar Rp. 80-an milyar Rupiah! Di Pemkab Serang, Rp. 5 Milyar lebih untuk merancang Serang kota, tapi kampung Ciloang sejak dulu jalannya masih saja rusak! Begitu juga jalan-jalan di kampung Kasemen, Kramatwatu, dan masih banyak lagi!

HAJATAN SENI
Ya, kampung-kampung di Banten menangis pilu, memanggili anak-anaknya untuk pulang. Di kampung masih banyak orang lapar; tidak makan nasi di lumbung mereka sendiri! Masih banyak orang kurang pendidikan; sekolah-sekolah roboh dan buku pelajaran dimakan tikus-tikus sialan! Dan jalan-jalannya seperti kubangan kerbau!

Apa yang bisa dilakukan para pelaku seni melihat kehidupan yang carut-marut ini? Para sastrawan pasti menuangkannya dalam bentuk prosa atau puisi. Seperti juga saya, Toto ST Radik, dan almarhum Rys Revolta (wartawan Radar Banten) lakukan. Kami merasa prihatin dengan situasi dan kondisi Banten pada era 80-an. Sebagai penulis, kami menumpahkan kegundahan lewat kata-kata. Maka jadilah 30 sajak kepedihan hati kami tentang Banten dalam buku kumpulan puisi ”Ode Kampung” (Azeta, 1988). Sajak-sajak yang menceritakan perubahan kampung agraris ke industri; sungai-sungai dikencingi limbah pabrik, kerbau berganti kuda besi, suara mengaji digantikan kaset, sarung berubah blue jeans, dan lumbung padi digerogoti tikus berdasi!

Semangat buku ”Ode Kampung” kami hidupkan lagi di Rumah Dunia, komunitas nirlaba di Komplek Hegar Alam 40, kampung Ciloang Serang. Kami menghidangkan hajatan seni dengan melibatkan orang-orang kampung. Semua orang boleh ambil bagian, yang bukan seniman juga, silahkan bergabung. Kami mencoba menganyam kembali kebersamaan seniman dan masyarakat, yang jadi sumber inspirasi bagi karya-karyanya.

Hajatan seni ini kami namai “Ode Kampung: Temu Sastra(wan) se-Kampung Nusantara”, akan digelar 3, 4, dan 5 Februari 2006, mengangkat tema besar “Sastra(wan) di Tengah Persoalan kampungnya”. Menu-menu gurih pun kami racik.

DISKUSI
Hidangan menu pembuka dimulai Jum’at, 3 Februari, pukul 14.00 WIB. Kurnia Hidayat, ketua RT Komplek Hegar Alam, Ciloang, mempersilahkan para tamu mencicipi hidangan. Ada peluncuran kumpulan puisi dan essay ”Ode Kampung” yang diterbitkan Suhud Media Promo, pentas teater anak-anak Rumah Dunia; ”Cita-cita Petani Kecil”, juga pembacaan puisi dari seniman Baduy. Sorenya, pukul 15.00 hingga 17.00, Gus tf (Payakumbuh), akan memberikan resep jitunya di ”Bengkel Puisi”. Bagi pelajar, mahasiswa, dan penyair Banten, jika ingin meningkatkan kualitas kekaryaan, ikuti menu gurih bengkel puisi ini. Gratis lagi.

Keesokan harinya, Sabtu (4/2), pukul 09.00 WIB, menu gurih ”Komunitas Sastra atau sastra Komunitas” meramu Isbedy Stiawan ZS (Lampung) dan Toto ST Radik (Serang). Isbedy menulis di resepnya, ”Saya kurang meyakini bahwa komunitas sastra yang ada benar-benar untuk sebuah perbaikan bagi mutu karya para anggotanya.” Sedangkan Toto menulis, “Sastrawan juga manusia. Dia mahluk individu sekaligus mahluk sosial.” Nah, bagaimana menurut kita? Cicipi saja menu ini ramai-ramai.

Masih Sabtu (4/2), pukul 13.00 WIB, menu gurih lainnya berupa ”Pembelajaran Sastra di Sekolah dan Pesantren.” Bagi para pelajar, santri, guru serta dosen Bahasa dan Sastra Indonesia jangan melewatkan hidangan ini. Juru masaknya penyair Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya) dan Wan Anwar, Ketua Jurusan Dikstrasia Untirta Serang dan Redaktur majalah Sastra Horison. Acep meracik, ”Saya kurang setuju dengan pelabelan ’sastra pesantren’ atau ’sastra santri’ ini...” Racikan Wan Anwar, ”Kurikulum berubah, berbagai pelatihan guru dilangsungkan, seminar dan diskusi bergulir, kualitas buku ajar diperbaiki, jumlah buku perpustakaan ditambah, tetapi kita masih menghadapi persoalan sama: pembelajaran sastra di sekolah tidak menunjukkan hasil memuaskan!”

Menu gurih lainnya di hari Sabtu (4/2), pukul 16.00 WIB, ”Bengkel Cerpen”. Montirnya jempolan; Isbedy Stiwan ZS. Ada waktu dua jam untuk menggali resep-resep Ahmadun. Sangat rugi jika kita tidak menimba ilmu dari dia. Siapa tahu resep menembus cerpen di rubrik sastra di koran Minggu dibocorkan.

Bergulir ke Minggu, 5 Februari. Sejak pagi, pukul 08.30, WIB, menu gurihnya ”Mencari Sastra Kampung yang Mendunia”. Giliran Radhar Panca Dahana, wartawan KOMPAS, Chavcay Saefullah, wartawan media Indonesia dan sastrawan Rangkasbitung dengan Ahmadun sebagai koki masakan. Chavcay mengingatkan, ”Bila sastra hadir tanpa pluralisme, maka karya sastra yang mencerahkan umat manusia pun tak kunjung hadir...” Ahmadun menyikapinya, “Jika Nusantara ini adalah kampung, maka sastra Indonesia adalah ‘sastra kampung’...”

Bergeser ke pukul 10.30.WIB, masih Minggu (5/2) ada menu spesial, yaitu bedah buku ”Dongeng Sebelum Tidur” (Gramedia Pustaka Utama, 2005), kumpulan cerpenis Rumah Dunia. Pembicaranya Prof. Yoyo Mulyono, Rektor Untirta dan Bambang Q-Aness, pengarang yang juga dosen filsafat IAIN SGD Bandung. Mereka akan menguliti sepuluh cerpen karya Firman Venayaksa, Fahri Asiza, Toto ST Radik, Gola Gong, dan Tias Tatanka. Kita lihat bersama, apakah karya-karya mereka ada peningkatan kualitas atau tidak.

Menu penutup Minggu di siang hari, pukul 13.00. WIB dengan rasa tinggi dan “Kontekstualisme Sastra Masih Perlukah?” Ini akan meninggalkan rasa di hati, karena para pembicaranya masih muda dan menggelora, yaitu Binhad Nurrohmat (Jakarta), yang beken dengan kumpulan puisi “porno”, Saut Situmorang (Yogyakarta) yang gerah dengan hegemoni Jakarta, dan Irfan Hidayatullah (Bandung) dengan gerbong FLP dan sastra islaminya.

Selain menu-menu guruh berupa diskusi sastra dan bedah buku, kami akan menghidangkan cuci mulutnya; yaitu pembacaan dan musikalisasi puisi, pemutaran film pendek Rumah Dunia, dan pementasan teater. Semua orang dipersilahkan ambil bagian. Orang kampung yang tinggal di kota atau orang kampung yang tinggal di kampung. Bahkan yang bukan penyair juga silahkan berekspresi. Tapi, jangan lupa, selain menu-menu gurih sastra dan teater, ada juga menu-menu gurih lainnya di jajanan kampung Rumah Dunia; seperti nasi rabeg, bandrek, uduk, dan pecel. Rugi juga kalau tidak mencicipi. Harganya merakyat!

Maka mari kita serbu menu-menu gurih ”Ode Kampung” di Rumah Dunia! Dan percayalah: ”Berguna jauh lebih penting dari sekedar jadi orang penting.” Jangan tunda-tunda lagi!

***

*) Penulis Ketua Umum Rumah Dunia dan Pemred situs www.rumahdunia.net

 

[Januari 2006] SMART EKSELENSIA, WORKSHOP, BEDAH BUKU

05 Januari 2006 - 19:25   (Diposting oleh: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.)

KUNJUNGAN PUSTAKA SMART EKSELENSIA KE RUMAH DUNIA

SMART Ekselensia Indonesia adalah Sekolah Model untuk jenjang pendidikan SMP sampai SMA dengan masa pendidikan 5 (lima) tahun (program percepatan), Bebas Biaya dan Berasrama (Boarding). Didirikan oleh DOMPET DHUAFA REPUBLIKA yang diperuntukan khusus bagi para putra daerah di seluruh Indonesia yang memiliki potensi akademik dan kecerdasan lainnya dari kalangan dhuafa.

Insya Allah pada hari Ahad tanggal 15 Januari 2006 pukul 11.00 WIB pengelola perpustakaan SMART Ekselensia beserta para siswa SMART Ekselensia Indonesia akan mengadakan kunjungan pustaka ke Rumah Dunia. Kunjungan Pustaka ini diadakan dalam rangka tukar budaya antara siswa dengan anak-anak di Rumah Dunia.

Dalam Kunjungan Pustaka tersebut, siswa kami menampilkan beberapa pertunjukan diantaranya, Nasyid yang dibawakan oleh Tim Nasyid SMART, Pembacaan Puisi dan membaca surat terbaik untuk Ibu yang dibacakan oleh seorang siswa yang telah memperoleh Juara I Lomba pembacaan puisi dan surat dalam rangka Hari Ibu, serta Tim Theater SMART yang akan menunjukkan kebolehannya dalam seni drama panggung (theater).

Dengan demikian kami berharap agar para siswa SMART dapat menambah wawasan & Ilmu Pengetahuan yang akan didapat di Rumah Dunia. Tiada kata yang terungkap selain ungkapan rasa Syukur dan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kesempatan yang diberikan oleh Rumah Dunia kepada kami. Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala yang berlipat ganda. Amin …..

***

AGENDA JANUARI 2006 RUMAH DUNIA
1. Jurnal/Situs www.rumahdunia.net - 1-31 Jan
2. Sosialisasi/Pendaftaran Kls Menulis Angkatan 7 – 15 Jan
3. wisata Dongeng (setiap pekan)- Senin
4. Wisata Gambar (setiap pekan) - Selasa
5. Wisata Tulis (setiap pekan)- Rabu
6. Wisata Lakon (setiap pekan) - Kamis
7. Wisata ekspresi (setiap pekan)- Jum’at
8. Lomba Liburan - 2 – 3 Jan
9. Kunjungan TK Al-Azhar Serang - 6 Ja, jam 09.00 - 11.00
10. Workshop Film dengan Imaji Multimedia - 7 – 9 Jan
11. Pesta Seni Sekolah Ekselensia Bogor, SMA Pramitha Tangerang, dan Kelas Menulis Angkatan ke-7 - 15 Jan, jam 14.00 hingga 17.00
12. Bedah buku ”Jurnalisme sastrawi” - 21 Jan - jam 14.00 - 17.00
13. Bioskop Gerimis Bubar - 28 Jan - jam 20.00 - 22.00

***

*) Kegiatan regule seperti "wisata gambar" dlll, dilaksanakan setiap hari sepulang sekolah, jam 13.00 - 17.00. Semuanya gratis.

*) Foto: anak-anak Rumah Dunia berfoto bareng pengarang Dea Lova dan Fairish, saat Gramedia book Fair, Agustus 2005 lalu (dok. RD)  

[28 – 29 Mei] SENAYAN ABADI DAN RUMAH MALKA:

26 Mei 2005 - 20:56   (Diposting oleh: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.)

BEDAH “HARI-HARI ANGGA” DAN NOSTALGIA “BALADA SI ROY”

AGENDA 28 MEI:
Penerbit Senayan Abadi Mempersembahkan Launching Novel:
"HARI-HARI ANGGA"
Karya Gola Gong - Tias Tatanka
SABTU, 28 MEI 2005, JAM 13.30 WIB

: MENU UTAMA:
- Bedah Novel oleh dua pelajar;
Faty Alvina, kelas 2 SMP Islam Al-Izzah
Nina Agni, kelas 2 SMPN 1 Cipocok.

Kedua pelajar itu akan didampingin pembanding dari guru bahasa Indonesia mereka;
Babay Herlina, Spd (SMP Islam Al-Izzah) dan Ery, Spd (SMPN 1 Cipocok).

MENU TAMBAHAN:
- Sosialisasi Produk
- Pementasan teater dari wisata lakon Rumah Dunia asuhan Ade Mulyawati dengan judul “Preman Banci” karya Tias Tatanka.

. AGENDA 29 MEI:
MINGGU, 29 MEI 2005, 14.00 wib
Penrebit Beranda Hikmah dan RUMHA MALKA, Bandung
akan menggelar diskusi "Nostalgia Bersama Si Roy"
[Re-Launching Novel 'Balada Si Roy']
serta”Karakter Penulisan Gola Gong Masa Kini”
Bersama Gola Gong.
Juga akan ada Pemutaran Film 'Si Roy'
diperankan oleh Ari Sihasale...

Acara terbuka untuk umum serta gratis!
Ada cemilan, ngeteh, ngopi, juga doorprize...

MALKA-Toko Buku Sastra
Jalan PHH Mustopa 54
Bandung 40124
Telp. 022.70788370
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Milis: http://groups.yahoo.com/group/rumah_malka

***  

Copyright © 2019 Rumah Dunia. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.