News

Monolog Leak

Oleh: Poetry Ann

“Monolog itu apa?”

Sosiawan Leak membuka workshop-nya dengan sebuah pertanyaan yang langsung dilemparkannya kepada sekitar 19 peserta yang hadir dalam “Workshop Monolog” yang diselenggarakan Rumah Dunia pada Minggu, 19 Januari 2014 lalu.

Pertanyaan yang kemudian disambut oleh salah seorang peserta, lalu ditanggapi oleh peserta lain yang menyatakan setuju dengan memberikan penjelasan tambahan. Ada juga yang mengemukakan pendapat berbeda untuk menyanggah pendapat dari peserta sebelumnya. Hingga bergulirlah
perang pendapat antara peserta yang satu dengan yang lain. Sampai kemudian menemukan satu kesepakatan mengenai apa yang dimaksud dengan monolog.

Monolog adalah pertunjukkan yang fokusnya tertuju pada satu orang, di mana satu orang itu menyampaikan pesan yang termuat dalam naskah kepada penonoton lewat lakon yang ia mainkan. Baik itu lakon yang hanya memainkan satu tokoh saja atau lebih dari satu tokoh, lewat dialog, ekspresi/mimik dan gesture. Meski mungkin pada kenyataannya, pertunjukan monolog itu sendiri tak bisa dilepaskan dari perangkat lain yang menjadi pendukung, seperti iringan musik yang digunakan sebagai suara latar atau pemain pendukung yang sekadar menjadi tokoh pasif, namun fokusnya tetap tertuju hanya pada satu orang.

Begitulah kira-kira hasil kesepakatan tentang apa yang dimaksud monolog, yang lahir dari perdebatan tadi.
Usai menemukan kesepakatan tentang apa yang dimaksud dengan monolog, Sosiawan Leak menggiring para peserta untuk beralih mendiskusikan tahap berikutnya, yaitu masuk pada unsur isi monolog. Perang pendapat yang kembali terjadi antar para peserta yang hadir melahirkan pertanyaan lain, yaitu apa bedanya monolog dengan deklamasi puisi? Mengingat keduanya sama-sama dibawakan tanpa teks naskah.

Saya ingat, pertanyaan yang sama pernah dilontarkan oleh Nazla Keiza (pelatih Teater Rumah Dunia) pada saya dan kawan-kawan yang tergabung di Teater Rumah Dunia saat ngobrol santai, setelah usai latihan teater pada Minggu sebelumnya, tapatnya pada 12 Januari 2014 lalu di pendopo Kaibon Rumah Dunia. Dan penjelasan Nazla Keiza saat itu nyaris sama dengan apa yang dijelaskan oleh Sosiawan Leak, meski Nazla Keiza tidak secara gamblang menyebutkan. Tapi dari penjelasan yang saya dapat dari keduanya, dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan antara monolog dengan deklamasi puisi terletak pada ranah yang mengusungnya. Monolog adalah bagian dari ranah pementasan drama, sementara deklamasi puisi adalah bagian dari ranah puisi.

Leak menjelaskan lebih lanjut bahwa pada awalnya, yang dikatakan monolog adalah bagian dialog tokoh yang panjang dalam sebuah pementasan drama, namun karena dialog tokoh yang panjang tersebut cukup menarik, maka “dicomotlah” bagian tersebut, yang kemudian oleh para pekerja seni pementasannya dipisahkan dari pementasan drama, jadilah disebut pementasan monolog. Hal tersebut kasusnya sama seperti pada pementasan humor yang awalnya sengaja “dicomot” dari pementasan Ketoprak, kesenian khas Jawa Tengah.

Tak hanya teori yang diberikan Sosiawan Leak saat itu, ia juga mengajak para peserta yang hadir untuk langsung mempraktekkan beberapa teknik dasar bermonolog yang dijelaskannya.

Tak perlu waktu lama, kesembilan belas peserta pun sudah larut dengan naskah dalam kepalanya masing-masing yang kemudian dikeluarkan lewat dialog, ekspresi/mimik dan gesture tubuhnya. Mereka dilatih oleh Leak untuk mengeksplorasi gerak, ekspresi, serta emosinya sesuai naskah yang ada dalam kepalanya masing-masing dengan properti yang sama, tapi dengan gaya dan cara berbeda. Tak ada satupun yang boleh sama. Para peserta dilatih untuk bisa berpikir dan berkonsentrasi lebih cepat karena satu per satu peserta ditunjuk maju memerankan satu tokoh dengan properti yang sama dan tempo yang cepat.
Praktek dilanjut dengan pembagian peserta ke dalam empat kelompok, di mana empat kelompok ini diminta Sosiawan Leak untuk menyusun (dalam kepala) naskahnya sendiri, yang kemudian dipentaskan di hadapan peserta lain secara bergantian setelah diberi waktu beberapa menit untuk berdiskusi dan berlatih menggunakan properti yang dipilihnya masing-masing.

Penulis adalah alumni Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan 19.

Copyright © 2017 Rumah Dunia. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.