News

SEBERAPA MAGIS-KAH BANTEN ITU?

 

Oleh Trimanto - FLP Depok

 

Banten yang kita kenal sekarang ini adalah sebuah provinsi di sebelah barat pulau Jawa, yang meliputi 4 kabupaten dan 3 kotamadya, yaitu:

 

1) Kabupaten Tangerang, ibukotanya Tigaraksa

2) Kabupaten Serang, ibukotanya Serang

3) Kabupaten Lebak, ibukotanya Rangkasbitung

4) Kabupaten Pandeglang, ibukotanya Pandeglang 

5) Kota Tangerang, ibukotanya Tangerang

6) Kota Tangerang Selatan, ibu kotanya Ciputat/Serpong

7) Kota Cilegon, ibukotanya Cilegon

8) (Rencananya masih akan ada lagi pemekaran untuk Kabupaten Tangerang, Lebak dan Pandeglang).

 

Sejarah provinsi ini tak lepas dari kerajaan Islam Banten, yang pusat kerajaannya di Serang. Bermula dari kedatangan ulama besar Syarif Hidayatullah beserta 98 orang muridnya dari Cirebon yang bermaksud hendak mengislamkan orang Banten. Mereka disambut baik oleh Bupati Banten dan rakyatnya serta menyatakan diri bersedia masuk agama Islam. Akhirnya Syarif Hidayatullah dikawinkan dengan putri bupati dan melahirkan seorang putra bernama Maulana Hasanuddin, yang kelak akan menjadi raja Banten pertama. Kerajaan ini memiliki Pelabuhan Sunda Kelapa yang merupakan pusat lalu-lintas perdagangan nusantara, bahkan dunia. Dua orang rajanya yang terkenal adalah Sultan Hasanuddin dan Sultan Ageng Tirtayasa. Nama yang kedua diabadikan menjadi nama universitas negeri di Serang. Kerajaan Islam Banten juga tidak sedikit perannya dalam menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Barat dan upayanya dalam mengusir penjajah Belanda.

 

Kalau dalam perbincangan masyarakat di sekitar kita, Banten sering disebut sebagai pusatnya para jawara, pendekar silat maupun paranormal. Di sisi negatif, banyak pula yang menyebut sebagai pusat tukang santet. Demikian pula, jika kita cermati di koran-koran atau majalah klenik, banyak sekali iklan-iklan seputar paranormal dan dunia supranatural yang menggunakan daerah Banten sebagai “kata magis”. Misalnya, paranormal ini asli dari pedalaman Banten, pedalaman Badui, pedalaman Banten selatan, para leluhur Banten dsb. Bahkan, iklan untuk memperbesar dan memperpanjang alat vital juga sering menyebut-nyebut dari Banten (maaf, kalau hal ini saya sebutkan di sini).

 

Sepertinya, kata Banten mengandung aura magis tertentu. Banten sering dipakai sebagai senjata ampuh untuk memasarkan produk atau jasa tertentu. Saya tidak tahu persis, apa yang ada di benak setiap orang ketika mendengar kata-kata Banten.

 

Dulu, sebelum menjadi provinsi tersendiri, boleh dikata daerah Banten sangat tertinggal dan terbelakang. Bahkan, banyak orang yang tak tahu persis di mana dan bagaimana Banten yang sebenarnya. Orang hanya tahu, Banten hanyalah sejarah masa lalu saja.

 

Kita juga tahu, bahwa di daerah Banten ada yang namanya suku Badui, sebuah suku yang tinggal di pedalaman Lebak dan Pandeglang. Suku ini benar-benar terisolir dan tak mau berhubungan dengan dunia luar. Suku ini mirip dengan suku Tengger di Jawa Timur, suku Kubu di daerah Jambi, dll.

 

Kini, setelah menjadi provinsi sendiri, Banten mulai berbenah diri dalam banyak hal. Banten ingin menjadi wilayah yang maju, setara dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia. Banyak sekali potensi SDA maupun SDM yang bisa digarap dan dikembangkan. Banyak pula yang bisa dibanggakan dari daerah Banten, seperti cagar alam Ujung Kulon, Pantai Anyer, pabrik baja Krakatau Steel, kawah gunung Krakatau, Pelabuhan Bojanegara, Bandara Soeta, juga situs-situs peninggalan kerajaan Banten di Banten Lama, Serang, seperti Masjid Agung, Kraton Sorosuwan, makam dsb. Terlebih jika jembatan Jawa-Sumatera bisa terwujud, Banten akan semakin berpacu mengejar ketertinggalannya.

 

Ternyata, keinginan untuk memajukan daerah Banten tidak hanya datang dari pemerintah saja. Rakyat biasa pun tak kalah semangatnya untuk membangun Banten dalam meraih kemajuan dan kejayaan. Ya, seseorang yang sudah sangat kita kenal dan akrab dengan Rumah Dunia-nya punya mimpi besar untuk melakukan perubahan, khususnya dalam rangka ikut mencerdaskan rakyat Banten lewat gerakan membaca dan menulis. Dengan gemar membaca dan menulis, diharapkan masyarakat Banten menjadi generasi yang cerdas dan berwawasan, sehingga siap untuk membangun daerahnya menuju yang lebih baik. dengan segala keterbatasannya pula, ia begitu gigih dan bersemangat mendidik anak-anak dan generasi muda untuk tahu tentang dunia luar. Ia mengajak orang melihat “dunia” dari rumahnya, bahkan ia ingin merubah “dunia” juga dari rumahnya.

 

Rumah Dunia adalah anugerah Tuhan untuk Banten. Rumah Dunia laksana sepotong cahaya yang sengaja dijatuhkan Tuhan ke bumi Serang untuk memberikan penerangan kepada masyarakat Banten agar bisa bersinar di tengah tata dunia baru.

 

Akhir kata, sudah saatnya “Rumah Dunia” memancarkan aura magis yang hebat dan dahsyat, mengalahkan aura magis para jawara, pendekar silat, dukun, paranormal dan yang sejenisnya.

 

(Ini hanya sebuah catatan kecil menjelang shalat Maghrib, jadi tidak perlu membutuhkan analisis atau kajian mendalam)***

Copyright © 2017 Rumah Dunia. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.