News

Harir Baldan: Relawan Harus Militan

Harir Baldan: Relawan Harus MilitanSuatu ketika pada subuh yang gigil, ada seorang lelaki gondrong datang menggedor-gedor pintu kamar saya yang bertempat di Rumah Dunia, Serang. Saya jelas kaget, karena saat itu mata saya masih setengah sadar dan hari pun belum benar-benar terang. “Cuy, bersih-bersih dulu,” katanya. Kemudian dia membuka lebar-lebar pintu kamar yang tidak terkunci dan makin bergelora untuk membangunkan saya. Tetapi setelah saya benar-benar sadar, rasa kaget itu hilang, sebab ternyata dia adalah Harir Baldan, relawan Rumah Dunia yang lebih dulu bergabung sebelum saya..Menumbuhkan Rasa MilitanBegitulah Harir Baldan yang saya kenal, militan dan religius. Dia adalah panutan bagi relawan seperti saya  dan kawan-kawan relawan lain di Rumah Dunia. Gaya berbicara yang meledak-ledak dengan dibarengi sikap dan sifat tegas selalu menjadi santapan saya ketika bertemu dengannya. Terkadang saya juga malu kepadanya sebab apa yang dikatakannya belum saya aplikasikan benar-benar. “Kalian itu pilihan Tuhan di sini. Kalian harus benar-benar menjaga TBM kita! Jangan sekali-kali malas,” begitulah kurang lebih apa yang dia selalu katakan kepada saya di sela waktu sarapan.Pada akhirnya, atas izin Allah SWT, saya dipertemukan lagi dengan orang yang bernama asli Miftahudin itu di sebuah acara TOT Peningkatan Kompetensi Pengelola Taman Bacaan Generasi Ketiga yang dilaksanakan oleh Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Pusat di Ciawi, Bogor (28/11). Pada acara itu dia hadir sebagai pemateri, yang justru mengingatkan saya kembali dengan apa yang selalu diucapkannya ketika pagi tiba dengan tema yang masih sama; Menjadi relawan yang militan.Menurutnya, relawan atau pengelola TBM perlu memiliki jiwa militan agar TBM tetap berada di trek yang diinginkan dan konsisten terhadap amanah yang telah diemban sejak TBM itu berdiri. Baginya sifat malas dan segala hal yang berleha-leha tidak sepatutnya dimiliki oleh pengelola TBM. Harir juga menyampaikan, pengelola TBM sepantasnya harus punya jiwa memiliki  tinggi terhadap TBM yang dikelolanya, juga tidak pernah menyerah untuk terus belajar demi kualitas diri yang lebih baik. Itulah yang selalu dia ditanamkan pada dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.Tidak heran jika kini karir Harir di  dunia jurnalistik melesat seperti roket, meski awalnya dia ragu untuk belajar di Rumah Dunia, “kenapa saya ragu dan malu untuk belajar sebelum bergabung ke Rumah Dunia, sebab saat itu saya hanyalah seorang pedagang gorengan keliling. Tetapi saya ingin belajar, maka saya dekati terlebih dulu saudara saya, Deden, yang lebih dulu bergabung di sana, dan ketika saya sudah bergabung, sungguh saya menemukan dunia baru yang penuh spirit positif,” ujarnya.Harir menambahkan, dengan belajar di Rumah Dunia yang dibimbing langsung oleh Gol A Gong, Toto ST Radik dan teman-teman relawan yang lain telah membuatnya merasa sangat bersyukur, “Alhamdulillah pada tahun 2010 saya hijrah ke Cipanas, Lebak, dan akhirnya mengisi kolom Cipanas di Koran Harian lokal Banten bernama Banten Raya. Kemudian setelah itu, saya digantikan oleh teman saya, Junaedi, yang mengisi kolom itu. Setelah itu saya dipindahkan lagi ke Rangkasbitung, Lebak, dan kini mendapat amanat untuk mengisi kolom olah raga di Koran yang  sama,” ujarnya saat akhir acara.Suatu ketika pada subuh yang gigil, ada seorang lelaki gondrong datang menggedor-gedor pintu kamar saya yang bertempat di Rumah Dunia, Serang. Saya jelas kaget, karena saat itu mata saya masih setengah sadar dan hari pun belum benar-benar terang. “Cuy, bersih-bersih dulu,” katanya. Kemudian dia membuka lebar-lebar pintu kamar yang tidak terkunci dan makin bergelora untuk membangunkan saya. Tetapi setelah saya benar-benar sadar, rasa kaget itu hilang, sebab ternyata dia adalah Harir Baldan, relawan Rumah Dunia yang lebih dulu bergabung sebelum saya.

Read more ...

BEDAH BUKU RELWAN DUNIA DI IAIN

12 Desember 2011 - 18:30   (Diposting oleh: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.)

Oleh Ahmad Wayang

Mahasiwa dari jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Serang-Banten, Senin (12/11/11) Siang tadi menggelar acara Bedah Buku Relawan Dunia, bertempat di ruang Multi Media IAIN. Dalam diskusi yang membedah buku karya para Relawan Rumah Dunia, menghadirkan pembedah Amad Fadhil, selaku Ketua Jurusan BKI dan Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia.

Read more ...

Wan Anwar Berpulang

 

24 November 2009 - 07:07   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Oleh Ahmad Wayang

Pagi sudah membuka tirainya, sinar kemerahan mentari pagi baru terlihat sedikit. Sekitar pukul 05.30 Rimba Alangalang, Relawan Rumah Dunia, tiba-tiba berucap, “Wan Anwar meninggal,” katanya masih ragu. Saya yang kebetulan ada di dekat Rimba mendengar apa yang ia ucapkan. Saya ragu dengan apa yang saya dengar. Saya kemudian bertanya, “Siapa yang meninggal, Kang?” “Saya dapet SMS dari Duha, mantan wartawan Radar Yunior, kalau Wan Anwar sudah meninggal,” jawab Rimba. Buru-buru Rimba menelpon Wahyu, sahabatnya yang aktif di komunitas Kubah Budaya, asuhan Wan Anwar. Setelah Rimba selesai menghubungi Wahyu, saya kembali bertanya, “Kapan meninggalnya, Kang?” tanyaku lagi ingin tahu. “Katanya jam empat pagi tadi,” kata Rimba pelan.

Read more ...

Royalti "Emak Ingin NaikHaji" Untuk Kaum Dhuafa

15 November 2009 - 11:42   (Diposting oleh: Rumah Dunia)

Oleh: Lanang Sejagat

Cerpen berjudul Emak Ingin Naik Haji yang diangkat ke layar lebar itu dibedah di Rumah Dunia dan hasil dari uang penjulaannya 100% akan disumbangkan kepada kaum duafa yang berkeinginan naik haji. Hal ini berdasarkan pengakuan Asma Nadia, seorang pengarang dari cerpen Emak Ingin Naik Haji, saat memaparannya kepada ratusan siswa dan mahasiswa di acara Bedah Buku dan Pemutaran Flim Thriler “ Emak Ingin Naik Haji” pada Sabtu (14/11) sore itu. “Saya sebagai penulis ingin menaikhajikan orang-orang yang tidak mampu. Dan saya tidak menerima sedikitpun dari hasil penjualan buku ini,” tutur Asma Nadia.

Read more ...

Copyright © 2017 Rumah Dunia. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.